Rabu, 06 November 2013

PROSES ADAPTASI . kel 4


PROSES ADAPTASI KELUARGA DENGAN CHILDBEARING, KELUARGA BARU MENIKAH DAN KELUARGA DENGAN BALITA
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Keluarga


Di susun oleh :
Anisa Agustina
Adang Sugiatna
Asep Ramdhani
Berliana Facriyadi



PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN YAPKESBI
SUKABUMI
2012


KATA PENGANTAR


Puji Syukur, Penulis panjatkan kehadirat  Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ”KEPERAWATAN KELUARGA” ini.
Penyusun selaku penulis ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalahini.
Penulis menyadari dalam Penulisan makalah ini,banyak sekali kekurangan-kekurangan maka dari itu saya selaku Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun  agar dapat memperbaiki kesalahan Penulis dimasa yang akan datang.
Akhir kataPenulis mengucapkan  semoga tugas ini dapat diterima dan bermanfaat khususnya bagi saya sebagai Penulis dan juga pembaca pada umumnya.  


Sukabumi, Oktober 2013



Penyusun









DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ........................................................................................... i
DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.............................................................................................. 1
B.     Tujuan........................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian  ................................................................................................... 3
B.     Type keluarga ............................................................................................... 4
C.     Stuktur keluarga ........................................................................................... 6
D.    Peran keluarga dan perawat keluarga  ..........................................................7
E.     Perkembangan keluarga ..............................................................................10
F.      Fungsi dan Tugas Keluarga  ........................................................................12
G.    Tahap perkembangan keluarga.....................................................................13
H.    Tahap perkembangan keluarga dengan bayi................................................14
                                                     
BAB III PENUTUP
Simpulan ................................................................................................................. 18
Saran        .................................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA






BAB 1
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Di dalam kehidupan bermasyarakat seseorang pasti mempunyai orang-orang yang selalu menemani didalam kehidupannya. Baik itu pasangan hidup ataupun keluarga. Disini keluarga merupakan kesatuan yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak. Di dalam masyarakat keluarga membentuk unit dasar dari masyarakat kita, maka lembaga sosial yang paling banyak memiliki efek-efek yang paling menonjol tehadap anggotanya. Keluarga harus berfungsi menjadi perantara bagi tuntutan-tuntutan dan harapan-harapan dari semua individu yang ada dalam unit tersebut. Sebuah keluarga diharapkan dapat bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan dari orang tua dan anak-anak, ini menjadi satu tugas yang sulit karena harus memprioritaskan kebutuhan individu yang beraneka ragam pada saat tertentu.
Periode childbearing adalah waktu transisi fisik dan psikologis bagi ibu dan seluruh keluarga. Orang tua dan saudara sekandung harus beradaptasi terhadap perubahan struktur karena adanya anggota baru dalam keluarga, yaitu bayi. Dengan kehadiran bayi maka sistem dalam keluarga akan berubah dan pola interaksi dalam keluarga harus dikembangkan (May, 1994).
Pada periode transisi, keluarga membutuhkan adaptasi yang cepat, sehingga kondisi ini menempatkan keluarga menjadi sangat rentan dan mereka memerlukan bantuan untuk beradaptasi dengan peran yang baru. Stress dari berbagai sumber dapat berefek negatif pada fungsi dan interaksi ibu dengan bayi dan keluarga, yang berdampak pada kesehatan fisik ibu dan bayi.
Dalam masa ini, peran perawat sangat dibutuhkan. Perawat dapat berperan sebagai fasilitator proses adaptasi dalam fase perkembangan keluarga pada masa childbearing agar keluarga mampu beradaptasi secara positif dengan peran barunya. Dalam suatu keluarga tentunya terdapat orang dewasa dan anak-anak. Di dunia yang semakin modern ini, yang kita kenal dengan era post modern, ada begitu banyak tantangan yang harus dihadapi oleh setiap individu dan keluarga. Apalagi bicara soal kesehatan. Kesehatan sangat penting bagi kelangsungan hidup keluarga, termasuk kesehatan anak-anak, terutama anak-anak yang berusia 5 tahun ke bawah. Di usia ini anak-anak rentan dengan sakit penyakit, karena itu orang tua perlu ekstra waspada dengan situasi dan kondisi anak-anaknya. Untuk itu pada kesempatan ini, akan dibahas mengenai asuhan keperawatan keluarga dengan BALITA. Didalamnya juga dapat melibatkan perawat untuk melaksanakan proses keperawatan, guna membantu dan membimbing keluarga menjadi keluarga yang mandiri dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan berkaitan dengan anak yang berusia di bawah lima tahun (BALITA

B.     TUJUAN
·         Mengetahui peran dan fungsi Keluarga dengan childbearing
·         Memahami dan mengetahui peran perawat pada keluarga dengan childbearing
Mengetahui tugas keluarga dengan childbearing
·           Untuk memberikan informasi kepada mahasiswa mengenai teori/konsep dasar mengenai keperawatan keluarga dengan anak dan bayi.
·           Untuk memaparkan kepada mahasiswa, tahap-tahap perkembangan keluarga dengan anak dan bayi.
·           Untuk menjelaskan kepada mahasiswa bagaimana proses keperawatan berperan dalam kehidupan keluarga dengan anak dan bayi.
·           Untuk memaparkan kepada mahasiswa, masalah-masalah kesehatan apa saja yang sering muncul pada anak-anak di usia Toddler dan Pra Sekolah (Balita).
·           Untuk menjelaskan kepada mahasiswa tentang bagaimana memberikan bimbingan pada anak-anak di usia Toddler dan Pra Sekolah (Balita).
















BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN KELUARGA
Banyak ahli menguraikan pengertian keluarga sesuai dengan perkembangan sosial masyarakat.
a.       Duvall
Sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan social dari tiap anggota.
b.      WHO, 1969
Keluarga adlah anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah, adopsi atau perkawinan.
c.       Berges, 1962
Yang dimaksud keluarga adalah:
1.      Terdiri dari kelompok orang yang mempunyai ikatan perkawinan, keturunan/hubungan, sedarah atau hasil adopsi.
2.      Anggota tinggal bersama dalam satu rumah.
3.      Anggota berinteraksi dan berkomunikasi dalam peran social.
4.      Mempunyai kebiasaan atau kebudayaan yang berasal dari masyarakat tetapi mempunyai keunukan tersendiri.
d.      Helvie, 1981
Keluarga adalah sekelompok manusia yang tinggal dalam satu rumah tangga dalam kedekatan yang konsisten dan hubungan yang erat.
e.       Salvicion G. bailon dan aracelis maglaya, 1989
Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain, dan di dalam peranya masing-masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan.



f.       Departemen kesehatan R.I 1998
Keluarga adalah unit terkecil dari suatu masyarakat yang terdiri dari kepela keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah auatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
g.      Bailon dan Maglaya. 

Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup 
dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.
Dari pengertian tentang keluarga, dapat disimpulkan bahwa karaktristik keluarga adalah
1.      Terdiri dari dua atau lebih individuyang diikat oleh hubungan darah perkawinan atau adopsi.
2.      Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain.
3.      Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing mempunyai peran social sebagai suami, istri, anak, kakak dan adik.
4.      Mempunyai tujuan yaitu menciptakan dan memperthankan budaya dan meningkatkan perkembangan fisik, psikologis dan social anggota.
B.     TYPE KELUARGA
a.       Tradisional Nuclear
Keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak yang tinggal dalam satu rumah ditetapkan oleh sanksi-sanksi legal dalam suatu ikatan perkawinan, satu atau kedduanya dapat bekerja diluar rumah.
b.      Extended Family
Adalah keluarga inti ditambah dengan sanak saudara, misalnya nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan lain sebagainya.
c.       Reconstituted Nuclear
Pembentukan baru dari keluarga inti melalui perkawinan kembali suami atau istri, tinggal dalam pembentukan satu rumah dengan anak-anaknya, baik itu bawaan dari perkawinan lama maupun hasil dari perkawinan baru. Satu atau keduanya dapat bekerja diluar rumah.

d.      Niddle Age/Aging Couple
Suami sebagai pencari uang, istridi rumah atau kedua-duanya bekerja di rumah, anak-anak sudah meninggalkan rumah karena sekolah/perkawinan/meniti karir.
e.       Dyadic nuclear
Suami istri yang sudah berumur dan tidak mempunyai anak, keduanya atau salah satu bekerja diluar rumah.
f.       Single Parent
Satu orang tua sebagai akibat perceraian atau kematian pasanganya dan anak-anaknya dapat tinggal dirumah atau diluar rumah.
g.      Dual cariier
Suami istri atau keduanya orang karier dan tanpa anak
h.      Commuter married
Suami istri atau keduanya orang karier dan tinggal terpisah pada jarak tertentu, keduanya saling mencari pada waktu-waktu tertentu.
i.        Single adult
Wanita atau pria dewasa yang tinggal sendiri dengan tidak adanya keinginan untuk kawin.
j.        Three Generation
Tiga generasi atau lebih tinggal dalam satu rumah
k.      Institusional
Anak-anak atau orang-orang dewasa tinggal dalamm suatu panti-panti.
l.        Communal
Satu rumah terdiri dari dua atau lebih  pasangan yang monogamy dengan anak-anaknya dan bersama-sama dalam penyediaan fasilitas.
m.    Group Marriage
Satu perumahan terdiri dari orang tua dan keturunanya didalam satu kesatuan keluarga dan tiiap individu menikah dengan yang lain dan semua adalah orang tua dari anak-anak.
n.      Unmarried parent and Child
Ibu dan anak dimana perkawinan tidak dikehendaki, anak diadopsi.
o.      Cohibing Couple
Dua orang atau pasangan yang tinggal bersama tanpa kawin.


C.     STRUKTUR KELUARGA
a.       Macam
Struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam, diantaranya adalah:
1.      Patrilinear
Patrilinear adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak keluarga sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah
2.      Matrilinear
Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dari beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalir garis ibu.
3.      Matrilokal
Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri
4.      Patrilokal
Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami
5.       Keluarga kawinan
Adalah hubungan suami istri sebagai dasar pembinaan keluarga, dan beberapa sanak saudara menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami istri. (Nasrul Effendy, 1998)
b.      Ciri-ciri struktur keluarga
1.      Terorganisasi
Saling berhubungan, saling ketergantungan antara anggota keluarga
2.      Ada keterbatasan
Setiap anggota memiliki kebebasan tetapi mereka juga mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing
3.      Ada perbedaan dan kekhususan      
Setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masing-masing(Anderson Carter)
D.    PERAN KELUARGA DAN PERAN PERAWAT KELUARGA
a.       Teori dan definisi peran
1.      Peran
Menurut Nye, 1976 berpendapat terdapat dua perspective dasar menyangkut peran-orientasi strukturalist yang menekankan pengaruh normative(cultural) yaitu pengaruh yang berkaitan dengan status-status tertentu dan peran-peran terkaitnya9Linton, 1945), dan orientasi interaksi dari Turner, 1970 yang menekankan timbulnya kualitas peran yang lahir dari interaksi social.
Peran dipengaruhi oleh keadaan social baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil. Peran adalah bentuk dari perilaku yang diharapkan dari seseorang pada situasi social tertentu. Peran perawat yang dimaksud adalah cara untuk menyatakan aktifitas perawat dalam praktik, dimana telah menyelesaikan pendidikan formalnya yang diakui dan diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab keperawatan secara professional sesuai dengan kode etik secara professional. Dimana tiap peran yang dinyatatakan sebagai cirri terpisah demi untuk kejelasan.
2.      Konflik peran
Konflik peran terjadi ketika okupan dari suatu posisi merasa bahwa ia berkonflik dengan harapan-harapan yang tidak sesuai, (Hardi &Hardi, 1988). Sumber dari ketidaksimbangan tersebut boleh jadi disebabkan oleh adanya perubahan-perubahan dalam harapan yang terjadi dalam diri perilaku, orang llain, atau dalam lingkungan. Macam konflik peran:
1)      Konflik antar peran
Adalah konflik yang terjadi jika pola-pola perilaku atau norma-norma dari suatu peran tidak kongruen dengan peran lain yang dimainkan secara bersamaan oleh individu. Konflik antar peran terjadi ketika peran yang kompleks dari seseorang individu yaitu sekelompok peran yang ia mainkan, termasuk sejumlah peran yang tidak seimbang(Hardi&Hardi,1988). Type konflik ini disebabkan oleh ketidakseimbangan-ketidakseimbangan perilaku yang berkaitan dengan berbagai peran atau besarnya tenaga berlebihan yang  dibutuhkan oleh peran-peran ini missal dalam kasus keluarga dimana peran sebagai siswa, penjaga rumah, memasak, perkawinan, perawatan anak dilakukan sekaligus.


2)      Intersender role conflict (konflik peran antar pengirim)
Suatu konflik dimana didalamnya dua orang atau lebih memegang harapan-harapanyang berkonflik, menyangkut pemeran suatu peran.(La Rocca,1978). Illlustrasi tentang tipe konflik ini adalah adanya harapan-harapan yang berkonflik menyangkut bagaimana peran seseorang perawat professional harus ditunjukkan.
3)      Person-role conflict
Meliputi suatu konflik antaa nilai-nilai internal individu dan nilai-nilai eksternal yang dikomunikasikan kepada pelaku oleh orang lain, dan melemparkan pelaku ke dalam situasi yang penuh dengan stress peran. Type konflik peran ini sama dengan type konflik peran yang kedua, kecuali dalam hal, tidak adanya perbedaab dalam harapan-harapan peran diantara orang-orang diluar lingkunganya. Orang dapat berfikir person-role conflict yang timbul dalam keluarga dengan anak remaja, apabila remaja tersebut memiliki pemikiran internal menyangkut peranya sebagai seorang remaja dan sebayanya menentukan perna yang sangat berbeda.
3.      Peran-peran formal keluarga
Nye dan Gecas, 1976 mengidentifikasi 6 peran dasar yang membentuk posisi social sebagai suami-ayah dan istri-ibu:
1)      Peran sebagai provider atau penyedia
2)      Sebagai pengatur rumah tangga
3)      Perawatan anak
4)      Sosialisasi anak
5)      Rekreasi
6)      Persaudaraan(Kinship)memelihara hubungan keluarga maternal dan paternal.
7)      Peran terapeutik9memenuhi kebutuhan afektif dari pasangan)
8)      Peran seksual
4.      Peran informal keluarga
Peran informal bersifat implicit biasanya tidak tampak kepermukaan dan hanya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan emosional individu dan atau untuk menjaga kesimbangan dalam keluarga(Satir, 1967).
Kievit, 1968 menerangkan bahwa peran-peran informal mempunyai tuntutan yang berbeda, tidak terlalu didasarkan pada usia, jenis kelamin dan lebih didasarkan pada atribut-atribut personalitas atau kepribadian anggota keluarga individual. Beberapa contoh peran-peran informal yang bersifat adaptif dan yang merusak kesejahteraan keluarga antara lain:
1)      Pendorong
Pendorong, pemuji, setuju dengan dan menerima kontribusi dari orang lain. Akibatnya dia dapat merangkul orang lain dan membuat mereka merasa bahwa pemikiran mereka penting dan bernilai untuk didengar.
2)      Pengharmonis
Yaitu berperan menengahi perbedaan yang terdapat diantara para anggota penghibur menyatukan kembali perbedaan pendapat.
3)      Inisiator_kontributor
Mengemukakan dan mengajukan ide-ide baru atau cara-cara mengingat masalah-masalah atau tujuan-tujuan kelompok.
4)      Pendamai
5)      Penghalang
6)      Dominator
Cenderung memaksakan kekuasaan atau superioritas dengan memanipulasi anggota kelompok tertentu dan membanggakan kekuasaanya dan bertindak seakan-akan ia mengetahui segalanya dan tampil sempurna.
7)      Penyalah
8)      Pengikut
9)      Pencari nafkah
10)    Martir
Tidak menginginkan apa saja untuk dirinya, ia hanya berkorban untuk anggota keluarga.
11)  Keras hati
12)  Sahabat
13)  Kambing hitam keluarga
14)  Penghibur
15)  Perawat keluarga
16)  Pioneer keluarga
17)  Coordinator keluarga
18)  Distraktor dan orang yang tidak relevan
19)  Distraktor bersifat tidak relevan, dengan menunjukkan perilaku yang menarik perhatian, ia membantu keluarga menghindari atau melupakan persoalan-ppersoalan yang menyedihkan dan sulit.
20)  Penghubung keluarga
Perantara kelaurga adalah penghubung, biasanya ibu mengirim dan memonitor komunikasi dalam keluarga
21)  Saksi
Sama dengan pengikut, kecuali dala beberapa hal, saksi lebih pasif. Sakdi hanya mengamati, tidak melibatkan dirinya(Marilyn M.Friedman, 19998:299-300)

E.     PERKEMBANGAN KELUARGA
 Perkembangan keluarga adalah proses perubahan yang terjadi pada system keluarga meliputi perubahan pola interaksi dan hubunga antara anggotanya di sepanjang waktu. Minichin, 1974 menggambarkan siklus perkembangan keluarga sebagai komponen kunci dalam setiap kerangka kerja yang memandang keluarga sebagai suatu system. Perkembangan ini terbagi menjadi beberapa tahap atau kurun waktu tertentu. Pada setiap tahapnya keluarga memiliki tugas perkembangan yang harus dipenuhi agar tahapan tersebut dapat dilalui dengan sukses. Kerangka perkembangan keluarga menurut Evelyn Duvall memberikan pedoman untuk memeriksa dan menganalisa perubahan dan perkembangan tugas-tugas dasar yang ada dalam keluarga selama siklus kehidupan mereka.
a.       Tahap-tahap perkembangan keluarga ‘Child –bearing”(kelahiran anak pertama)
Keluarga yang menantikan kelahiran dimulai dari kehamilan sampai kelahiran anak pertama dan berlanjut sampai anak pertama berusia 30 bulan (3,2 tahun). Kehamilan dan kelahiran bayi pertama dipersiapkan oleh pasangan suami istri melalui beberapa tugas perkembangan yang penting. Kelahiran bayi pertama memberikan perubahan yang besar bagi keluarga, sehingga pasangan harus beradaptasi dengan peranya untuk memenuhi kebutuhan bayi. Sering terjadi dengan kelahiranbayi, pasangan merasa diabaikan karena focus perhatian kedua pasangan tertuju pada bayi. Suami merasa belum siap menjadi ayah atau sebaliknya istri belum siap menjadi ibu(Wahit, 2004).

Tugas perkembangan :
1.      Persiapan menjadi orang tua dan merawat bayi
2.      Memebagi peran dan tanggung jawab
3.      Menata ruang untuk anak atau mengembangkan suasana rumah yang menyenangkan
4.      Mempersiapkan biaya atau dana Child Bearing
5.      Memfasilitasi role learning anggota kleuarga
6.      Bertanggung jawab memenuhi kebutuhan bayi sampai balita
7.      Mengadakan kebiasaan keagamaan secara rutin
8.      Beradaptasi pada pola hubunga seksual
9.      Mensosialisasikan anak dengan lingkungan keluarga besar masing-masing pasangan
Sedangkan menurut Carter dan Mc. Goldrik, 1998, Duva dan Miller, 1985 tugas perkembangan keluarga pada fase child bearing meliputi:
1.      Membentuk keluarga muda sebagai sebuah unit yang mantap (mengintegrasikan bayi baru kedlam keluarga)
2.      Rekonsiliasi tugas-tugas perkembangan yang bertentangan dan kebutuhan anggota keluarga
3.      Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan
4.      Memperluas persahabatan dengan keluarga besar dengan menambah peran-peran orang tua, kakek dan nenek.
Menurut Duval,1997 tugas perkembangan keluarga pada fase Child bearing meliputi :
1.      Menyiapkan anggota keluarga baru(bayi dalam keluarga)
2.      Membagi waktu untuk individu, pasangan dan keluarga.
b.      Fungsi perawat
Melakukan perawatan dan konsultasi terutama bagaimana merawat bayi, mengenali gangguan kesehatan bayi secara dini dan cara mengatasinya, immunisasi, tumbuh kembang anak, interaksi keluarga, keluarga berencana, pemenuhan kebutuhan anak terutama pada ibu bekerja.

F.      FUNGSI DAN TUGAS KELUARGA
Friedman mengemukakan bahwa ada lima fungsi keluarga:
a.       Fungsi afektif
Yaitu yang berhubungan denga fungsi internal keluarga yang merupakan dasar kekuatan keluarga. Fungsi afektif berguna untuk pemenuhan     kebutuhan psikososial.
Anggota keluarga mengembangkan gambaran dirinya yang positif, peranan yang dimiliki perasaan berarti dan merupakan sumber kasih saying.
b.      Fungsi sosialisasi
Yaitu proses perkembangan dan perubahan yang dilalui individu yang menghsilkan interaksi social dan belajar berperan dalam lingkungan social. Keluarga merupakan tempat individu melakukan sosialisasi.
Anggota keluarga belajar disiplin, norma, budaya, perilaku melalui interaksi dalam keluarga, sehingga keluarga mampu berperan didalam masyarakat.
c.       Fungsi reproduksi
Yaitu fungsi untuk meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah sumber daya manusia.
d.      Fungsi Ekonomi
Yaitu fungsi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, seperti makan, pakaian, perumahan, sehingga keluarga memerlukan sumber keuangan.
e.       Fungsi perawatan keluarga
Yaitu keluarga menyediakan makanan, pakaian, perlindungan, dan asuhan kesehatan/keperawatan. Kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan keperawatan atau pemeliharaan kesehatan mempengaruhi status kesehatan keluarga dan individu. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan keluarga tentang sehat dan sakit.

      Konsep Dasar
Periode Eraly Childhood yaitu sejak umur 1 tahun sampai dengan 6  tahun dibagi atas :
1.    Toddler : umur 1 /sd 3 tahun
2.    Preschool : umur 3 s/d 6 tahun


G.        TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
1.    Pasangan Yang Baru Menikah.
a.    Menciptakan/membina Hubungan Yang Hamonis/saling Menguntungkan
b.    Belajar Saling Menyesuaikan Diri Dan Mulai Kegiatan-kegiatan Rutin Secara Bersama
c.    Membina Hubungan Yang Baik Dengan Keluarga Pasangannya.
d.   Pasangan Mulai Merencanakan Kapan Mereka Memengiginkan Anak
e.    Kontasepsi Apa Yang Akan Mereka Pilih? Mencari Informasi Tentang Family Planning
2.    Keluarga Dengan Kelahiran Anak Pertama Sampai Umur 30 Bulan.
a.    Adaptasi Menjadi Orang Tua, Memenuhi Kebutuhan Bayi/anak.
b.    Peran Sebagai Suami Istri Sebagai Ayah Dan Ibu.
c.    Memenuhi Kebutuhan Anggota Keluarga Baru.
d.   Mempelajari Dan Menerima Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak.
3.    Keluarga Dimana Anak Pertama Usia Pra-sekolah
a.    MengasuhAnak
b.    Menyediakan Kebutuhan Anak
c.    Persiapan Kelahiran Anak Berikutnya.
4.    Keluarga Dengan Anak Usia Sekolah
a.    Sosialisasi Anak
b.    Mendorong Anak Mencapai Prestasi Disekolah
c.    Memelihara Hubungan Perkawinan Yang Harmonis.
d.   Menjalin Kembali Hubungan Perkawinan
5.    Keluarga Dengan Anak Pertama Usia Remaja
a.   Menjaga Keseimbangan Tanggungjawab Dan Kebebasan Bagi Remaja
b.    Konflik Antara Orang Tua Dan Remaja (Generation Gap)
6.    Keluarga Dengan Anak Usia Dewasa Muda
a.    Melepaskan Anak Untuk Membina Perkawinan
b.    Orang Tua Membantu Anaknya Untuk Tidak Tergantung
c.    Menerima Anggota Keluarga Baru
d.   Menghargai Nilai/sikap
e.    Bapak Mencapai Puncak Karir
f.     Lebih Banyak Menghabiskan Waktunya Dengan Pekerjaan.
7.    Orang Tua Dengan Usia Pertengahan
a.    Menjalin Kembali Hubungan Perkawinan
b.    Membina Hubungan Dengan Generasi Baru
8.    Keluarga Usia Tua
a.    Penyesuaian Terhadap Pensiun
b.    Penghasilan Yang Berkurang
c.    Hidup Sendiri
d.   Salah Satu Pasangan Meninggal  

H. TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA DENGAN BAYI
                             
1.    Keluargayang Sedang Mengasuh anak 
Dimulai dengan kelahiran anak pertama hingga bayi berusia 30 bulan, biasanay orang tua tergetar hatinya dengan kelahiran anak pertama mereka, tapi agak takut juga. Keuatiran terhadap bayi biasanya berkurang setelah beberapa hari, karena ibu dan bayi tersebut mulai saling mengenal. Akan tetapi kegembiraan yang tidak dibuat-buat ini berakhir ketika seorang ibu baru tiba di rumah dengan bayinya setelah tinggal di rumah sakit untuk beberap waktu.

2.    Masa Transisi Menjadi Orang Tua

kelahiran anak pertama merupakan pengalam keluarga yang sangat penting dan sering merupakan krisis keluarga, sebagaimana yang digambarkan secara konsistens pada penelitian keluarga selam tahap siklus kehidupan keluarga ini (clark, 1966;hobbs dan Cole, 1976;LeMaster, 1957).

3.    Tugas-tugas perkembangan keluarga.

Setelah lahir anak pertama, keluarga mempunyai beberapa tugas perkembangan yang penting. Suami, isteri dan bayi semuanya belajar peran-peran yang baru, sementara unit keluarga ini memperluas fungsi dan tanggung jawab. Ini meliputi penggabungan tugas perkembangan yang terus-menerus dari setiap anggota keluarga dan keluarga secara keseluruhan (Duvall, 1977). Kelahiran seoarang anak membuat perubahan-perubahan yang radikal, dlaam oarganisasi keluarga.

    Tahap Perkembangan pada anak
1.    Perkembangan Fungsi Mental dan personality
a.    Fase oral (0-1 tahun)
Positif :
1)   Memberikan kepuasan/kesenangan
2)   Menghisap, menelan, memainkan bibir
3)   Makan kenyang, tidur
   Negatif
1)   Mengigit, mengeluarkan air liur
2)   Marah, menangis.
b.    Fase anal (1-3 tahun)
Dengan tubuh memberi kepuasan berkisar sekitar anus
Positif :
BAB/BAK dan senang melakukannya sendiri
Negatif :                                    
 Anak akan menahan dan mempermainkannya
c.    Fase phalic (3-6 tahun)
1)   Memegang genetalia
2)   Oedipus complek
Positif :
1)   Egosentris : sosial interaksi
2)   Mempertahankan keinginanya.
2.    Perkembangan Psikosial (Ericson)
a.    Percaya vs tidak percaya (0-1 tahun)
1)   Semua kebutuhan mutlak tergantung pada orang lain
2)   Rasa aman dan percaya mutlak pada lingkungan

b.    Otonomi vs rasa malu-malu/ragu-ragu (1-3 tahun)
1)   Alat gerak dan rasa, telah matang
2)   Perkembangan otonomi berfokus pada peningkatan kemampuan   mengontrol tubuhnya, diri dan lingkungan.
3)   Menyadari bahwa ia dapat menggunakan kekuatannya untuk bergerak  dan membuat sesuatu sesuai dengan keinginannya.
c.    Inisiatif vs rasa bersalah (3-6 tahun)
1)   Anak belajar mengendalikan diri dan memanipulasi lingkungan
2)   Rasa inisiatif mulai menguasai anak
3)   Anak mulai menuntut untuk melakukan tugas
4)   Kemampuan anak berbahasa meningkat
5)   Rasa kecewa dan bersalah.
3.    Perkembangan Kongnitif (Piaget)
a.    Sensori motorik (lahir – 2 tahun
 Menggunakan sistem pengindera, motorik dan benda-benda untuk mengenal lingkungan.
b.    Pre operasional (2-7 tahun)
Anak mampu menggunakan simbol kata-kata, mengingat masa lalu, sekarang dan yang akan datang.
4.    Pertumbuhan dan Perkembangan Usia Toddler
a.    Masa mengeksplorasi lingkungan
b.    Tugas tahap ini sukses membutuhkan trust pada saat bayi dan bimbingan orang tua.
5.    Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Pra Sekolah (3-5 Tahun)
a.    Rasa keingintahuan tentang hal-hal yang berada dilingkungan semakin besar dan dapat mengembangkan pola sosialisasinya.
b.    Anak sudah mulai mandiri dalam merawat diri sendiri : mandi, makan, minum, mengosok gigi, BAB dan BAK, dll.



   Tahap perkembangan keluarga dengan BALITA
1.     Tahap Keluarga dengan Childbearing/melahirkan:
a.    Dimulai dengan kelahiran s/d umur 30 bln
b.    Orang tua menjalankan peran baru
c.    Peran ini awalnya sulit karena
1)   Perasaan ketidakadekuatan menjadi orang tua baru
2)   Kurangnya bantuan dari keluarga
3)   Nasehat yang menimbulkan konflik
4)    Tidur kurang karena anak rewel
d.   Faktor yang menyulitkan (Bradt 1988) :
1)   Banyaknya wanita yang bekerja
2)   Naiknya angka perceraian dan masalah perkawinan
3)   Penggunaan alat kontrasepsi dan aborsi yang sudah lazim
4)   Meningkatnya biaya perawatan anak

e.    Masalah yang sering terjadi :
1)   Kesulitan dalam perawatan anak
2)   Suami merasa diabaikan
3)   Terdapat peningkatan perselisihan
4)   Interupsi dalam jadwal yang terus menerus
5)   Kehidupan sosial dan seksual terganggu
f.     Tugas perkembangan keluarga dengan tahap Childbearing/ melahirkan
1)   Membentuk keluarga muda yang bahagia
2)   Penyesuaian tugas baru
3)   Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan
4)   Memperluas persahabatan dengan keluarga besar/teman
5)   Mendidik anak berdasar agama
g.    Masalah kesehatan pada keluarga dengan Childbearing :
1)   Perawatan bayi yang baik
2)   Imunisasi
3)   KB            
4)   Penyakit infeksi
5)   Masalah transisi pada orangtua
6)   Sibling rivalry
7)   Tempertantrum
8)   Negativisme         
9)   Tumbuh kembang
2.    Tahap Keluarga dengan Anak Pra Sekolah
a.    Anak I berumur 2,5 th s/d 5 thn
b.     Keluarga menjadi majemuk
c.    Kesibukan orangtua meningkat
d.   Kelompok bermain sangat membantu dalam perkembangan anak
e.    Tumbuh Kembang Balita
Toddler (1-3)
1)   Biologis ( ↑ BB, TB)
2)   Motorik (berjalan, lari,memegang benda)
3)   Psikososial : otonomi vs ragu – ragu negativism dari otonomi → tempertantrum, Sibling
4)   Kognitif : prekonseptual, egosentris 
5)   Psikoseksual : fase anal; toilet training
6)   Sosial : bermain, ↑ sosialisasi
Pra sekolah (3 – 5 tahun)
1)   Biologis : pertumbuhan fisik lambat
2)   Motorik : menulis, memakai/melepas baju
3)   Psikososial : Inisiatif vs rasa bersalah bereksperimen, sosialisasi > luas, meniru
4)   Kognitif : prekonseptual, intuitive
5)   Psikoseksual : oedipal, elektra kompleks
6)   Sosial : berdiskusi dengan orangtua
f.     Tugas perkembangan keluarga tahap  Keluarga dengan Anak Pra Sekolah :
1)   Memenuhi kebutuhan anggota keluarga
2)   Membantu anak untuk sosialisasi
3)   Beradaptasi dengan anak ke 2
4)   Pembagian waktu untuk individu, pasangan, keluarga
5)   Pembagian tanggungjawab anggota keluarga 
6)   Merencanakan kegiatan untuk stimulasi tumbang anak
g.    Masalah kesehatan pada keluarga dengan anak pra sekolah :
1)   Masalah kesehatan fisik pada anak ; sakit, jatuh
2)   Kes psikososial : hubungan perkawinan
3)   Persaingan kakak – adik
4)   Masalah komunikasi keluarga
5)   Masalah pengasuhan anak,      












BAB III
PENUTUP


A.       Kesimpulan

Di dalam kehidupan bermasyarakat seseorang pasti mempunyai orang-orang yang selalu menemani didalam kehidupannya. Baik itu pasangan hidup ataupun keluarga. Disini keluarga merupakan kesatuan yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak. Di dalam masyarakat keluarga membentuk unit dasar dari masyarakat kita, maka lembaga sosial yang paling banyak memiliki efek-efek yang paling menonjol tehadap anggotanya. Keluarga harus berfungsi menjadi perantara bagi tuntutan-tuntutan dan harapan-harapan dari semua individu yang ada dalam unit tersebut. Sebuah keluarga diharapkan dapat bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan dari orang tua dan anak-anak, ini menjadi satu tugas yang sulit karena harus memprioritaskan kebutuhan individu yang beraneka ragam pada saat tertentu.
                                                                                                                                

B.        Saran

Kami berharap setelah intervensi yang kami berikan keluarga dapat mengatasipermasalahannya dengan baik. Dengan begitu keluarga dapat memenuhi tugaskeluarga pada umumnya dan tugas perkembangan keluarga pada khususnya sehinggatujuan tercapainya keluarga sehat dapat terwujud.













DAFTAR PUSTAKA
 Asuhan keperawatanKeluarga
.http://ppnilumajang.wordpress.com/asuhan- keperawatan-keluarga/ . Tanggal akses 27 September 2009 pukul 17.42 WIB.Anonim.
Contoh Format Askep Keluarga
.http://ppnilumajang.wordpress.com/contoh-format-askep-keluarga/.Tanggalakses 27 September 2009 pukul 17.42 WIB.Erfandi, 2008.
Konsep Keluarga
.http://forbetterhealth.wordpress.com/2008/12/04/konsep-keluarga/.Tanggalakses 27 september 2009 pukul 17.43 WIBFriedman M. Marilyn, 1998, Keperawatan keluarga-teori dan praktik, edisi 3, EGC,Jakarta.Ilham, 2009.
Konsep Dasar Keluarga
.http://healthreference-ilham.blogspot.com/2009/03 /konsep-dasar-keluarga-dan-tbc.html.Tanggalakses 27 September 2009 pukul 17.42 WIBIvoniezahra, 2008.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar